Selasa, 17 November 2009

TRANSFORMASI RAJAWALI DALAM SAJAK RAJAWALI KARYA W. S. RENDRA


Sajak Rajawali


Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri

Rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti

Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara

Rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya

Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat matamorgana

Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka


W.S Rendra,
Kumpulan Puisi ” Perjalanan Bu Aminah “,
Yayasan Obor Indonesia - 1997

Burung Rajawali adalah burung yang sangat perkasa, karena kemampuan terbang Rajawali melebihi burung manapun di dunia ini. Rajawali dapat hidup hingga usia 70 tahun, suatu usia yang sulit dicapai oleh makhluk hidup bahkan manusia sekalipun di masa sekarang.

Bait pertama sajak Rendra ini mengandung energi yang sungguh luar biasa.

Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri


Cerminan pribadi yang tangguh, keteguhan hati, kekuatan, dan semangat perlawanan yang pantang menyerah terhadap kezaliman. Bahkan sebuah sangkar besipun tidak bisa mengubah rajawali menjadi seekor burung nuri yang hanya tunduk pada aturan-aturan tuannya.

Burung rajawali tidak menghindari bahaya. Burung rajawali tidak pernah takut badai, tetapi malah menantikan datangnya badai. Dia akan mengembangkan sayapnya, memperhatikan dengan pandangan visinya, kapan badai datang. Sebab dia akan menghadapinya dan menggunakan badai itu untuk melambung tinggi. Dengan sayap jauh lebih besar daripada tubuhnya, ia memiliki aerodinamika yang paling sempurna. Oleh karenanya rajawali memiliki stabilitas ketika sedang melayang-layang di udara dan tidak takut akan pergolakan arus udara yang tidak teratur. Itulah semangat pantang menyerah pada diri rajawali. Rajawali tetap akan menjadi rajawali dimanapun ia berada, bahkan di dalam sangkar besi. Jadilah rajawali yang selalu siap menghadapi badai dan tetap kuat.


Rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti


Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara


Rajawali Diciptakan Untuk Tinggal di Tempat Tinggi. Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk terbang di tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu.

Rajawali dan langit adalah dua hal yang saling melengkapi. Dimanapun rajawali berada ia yakin bahwa langit akan selalu menantinya. rajawali melayang dengan anggun di langit lepas, membuka lebar-lebar kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin
untuk mendorong tubuhnya. Rajawali adalah burung yang selalu ingin bebas. Langit dan rajawali adalah satu.

Rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya

Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Dan pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.

Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencari pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Kemudian dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Dan ketika semua itu sudah dilewati rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat matamorgana


Burung rajawali ibarat manusia. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan, manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang harus diambil, dan sering dari pilihan yang diambil tersebut harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh manusia. Namun

Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka

Bait terakhir pada sajak Rendra ini adalah sebuah protes dan himbauan bagi manusia yang sudah mencemari langit. Tanpa disadari, berbagai bencana datang akibat ulah manusia. Jadi, semua berawal dari kesadaran manusia sendiri. Mulailah berinstropeksi diri, karena semua bisa terjadi karena ulah tangan manusia sendiri.

Seringkali manusia dihadapkan dengan suatu situasi dan kondisi yang menuntut kita untuk berubah dari kebiasaan-kebiasaan kita, pola pikir kita, komunikasi kita, dan lain sebagainya. Suatu perubahan memang sangatlah menyakitkan dan sulit dilakukan namun bila kita dapat berubah maka kita bisa menjadi manusia yang lebih baik bahkan mendekati kesempurnaan. Jadi siapkah anda untuk berubah di saat anda harus berubah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar